Duit Asing Masuk, Rupiah Bakal 8.700?

Dalam beberapa tahun ke depan, arus dana asing yang masuk ke Asia (capital inflow) akan semakin kuat. Hal itu disebabkan oleh kebijakan capital easing 2 The Fed dan menjadi daya tarik Asia yang menjadi poros ekonomi baru dalam tahun mendatang.

DBS Chief Economist David Carbon menilai, arus dana masuk ini akan berdampak positif pada apresiasi nilai tukar rupiah. “Dengan arus dana asing yang terus mengalir, nilai tukar rupiah bisa terapresiasi terus ke Rp 8.700 atau lebih,” ungkap David, Selasa (25/1/2011).

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Rupiah Berhasil Menguat

Kurs mata uang rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta pada Senin pagi ini menguat sebesar 54 poin ke posisi Rp 9.028 dibanding sebelumnya yang sebesar Rp9.082.

Analis bidang sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (31/1/2011) mengatakan, kenaiakn harga minyak mentah WTI ke 89,34 dollar AS, menjadi pendorong pasar Asia termasuk Indonesia.

Baca pos ini lebih lanjut

Jumlah Wanita Pengusaha Masih Minim

“Jumlah pengusaha wanita di Indonesia masih minim yakni 0,1 persen dari total penduduk,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Amalia Gumelar.

“Pelaku usaha atau yang bergerak sebagai entrepreneur di Indonesia di bawah 2 persen dari total penduduk, sedangkan pelaku usaha wanita masih di bawah 0,1 persen,” ungkap Linda di saat menghadiri Malam Anugerah Kasih Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia (Iswami) di Bandung.

Baca pos ini lebih lanjut

Inilah 30 Pelayan Investor Terbaik

Tim penilai yang merupakan gabungan dari beberapa kementerian dan lembaga memutuskan ada 30 provinsi, kota, dan kabupaten yang digolongkan sebagai penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PTSP bidang penanaman modal terbaik di Indonesia.

Mereka dinilai terbaik setelah melalui proses penilaian dan verifikasi oleh tim yang beranggotakan Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Baca pos ini lebih lanjut

Pemerintah Terlalu Puas dengan Ranking

Pemerintah dinilai terlalu mengagung-agungkan peringkat di tingkat internasional sebagai klaim atas keberhasilan negara. Celakanya, masyarakat cenderung percaya klaim yang didasarkan pada peringkat itu.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Atmajaya A Prasentyatoko, pemerintah dinilai terbuai dengan indikator-indikator jangka pendek.

“Kami dijanjikan masuk dalam investment grade portfolio yang sifatnya jangka pendek. Bukan jangka panjang seperti foreign direct investment. Kami sudah cukup puas rating-rating agency itu menaikkan rangking Indonesia,” ungkapnya di Hotel Paragon, Rabu (3/11/2010).

Baca pos ini lebih lanjut

150 Pebisnis Waralaba Bakal “Ngumpul”

Franchise and License Indonesia Expo akan kembali digelar untuk kedelapan kalinya pada tanggal 12-14 November 2010 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Tahun ini, sebanyak lebih dari 150 bisnis waralaba akan turut serta. “Memasuki tahun ke delapan ini, kami melakukan beragam inovasi dengan mendatangkan pewaralaba baru yang juga berasal dari mancanegara,” ujar Project Manager Panorama Convex, Viny, Rabu (3/11/2010), di Merlynn Park Hotel, Jakarta.

Baca pos ini lebih lanjut

Indonesia, Calon Kekuatan Ekonomi Baru Dunia

Optimisme tentang masa depan ekonomi Indonesia kian mengemuka. Apalagi, setelah sejumlah lembaga dan institusi bergengsi dunia mulai memasukkan negeri ini sebagai calon kekuatan ekonomi baru di masa yang akan datang.

“Saya melihat, Indonesia bukan sekedar berpotensi masuk kelompok BRIC, tetapi bisa menggeser posisi Rusia,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Jakarta, Selasa, 2 November 2010.

Baca pos ini lebih lanjut